Atas Nama Kebiadaban
Atas Nama Kebiadaban,
‘Kuhancurkan semua tempat yang ingin kuhancurkan,
‘Kuambil nyawa orang-orang, entah bersalah atau tidak,
‘Kuledakkan tempat-tempat yang ingin kuledakkan.
Atas Nama Kebiadaban,
, tidak, tidak ada yang lain,
kadang-kadang aku berlindung dibalik jubah agama,
atau jas para birokrat,
tertawa riang bersama cukong-cukong bisnis,
sekali lagi, bukan atas atau untuk nama apapun,
selain kebiadaban semata.
‘kupalsukan segala yang bisa kupalsukan,
‘kupisahkan segala yang bisa ‘kupisahkan,
aku tidak perduli jeritan, darah, air mata,
orang-orang yang berdosa,
sebab,..sekali lagi,
aku melakukan itu semua atas nama kebiadaban.
Jangan pernah tertipu oleh sahabat2ku,
yang kadang-kadang bertindak atas nama kepentingan nasional,
atau kepentingan agama,– atau kepentingan kaum-kaum munafik,
sebab sekali lagi, kuberitahu engkau,
bahwa yang kami lakukan tak lebih atas nama kebiadaban.
Jelas, kami bukan manusia,
mana ada manusia berakal dan beradab,
tega melakukan hal-hal yang kami lakukan ?
Wujud kami manusia, tapi hati kami adalah sejatinya iblis,
lihatlah yang kami lakukan di Bali, Mariott, Kuningan,
Ambon, dan Poso,
Adakah kalian tidak melihat bahwa kami adalah Iblis,
Iblis berwujud manusia,
yang melakukan semuanya atas nama kebiadaban.
Ya, atas nama Kebiadaban
Jangan samarkan dengan yang lain, kawan,
sekali lagi, atas nama kebiadaban,
Kami melakukan semua itu.
Denpasar, 30 Mei 2005
“Untuk orang-orang biadab dibalik aksi terorisme di Indonesia, matilah kalian !”
referensi : Dan kata-kata pun tak mampu melukiskan/


