Catatan Sang Petualang

February 1, 2006

Soe Hok Gie : Beberapa Sketsa Pemikiran (Bagian II)

Filed under: Politik, SosBud

soe
Lanjutan dari Bagian I

Humanisme
Dalam bukunya “Zaman Persimpangan”, nuansa humanisme dari Soe Hok Gie dapat kita baca dari beberapa sketsa tulisan yang ada. Kekecewaanya karena ikannya yang mati, dan Gie juga seorang penyayang binatang. Walau demikian ada yang sedikit paradoksal dalam dalam diri Soe Hok Gie (dan tentunya juga beberapa pemikir lain dalam sejarah) dengan cap sedikit anarkis. Mungkin kita bisa menyebutnya sebagai humanisme anarkis, dimana kadang-kadang kita terpikir untuk “menghancurkan saja isi dunia ini beserta seisinya” agar segala wabah penyakit, perang, dan lain-lain bisa hilang dari dunia ini.

Progressif Revolusioner

Gie adalah pemikir progressif, dan juga revolusioner. Walaupun dalam bidang sosial budaya dapat dikategorikan sebagai pemikir yang evolusioner, tapi dalam bidang politik pemikiran-pemikirannya sangat progresif, dan revolusioner.


Beberapa Kritik terhadap Soe Hok Gie

Mencoba mencermati pemikiran Soe Hok Gie tanpa melihat alur benang merah sejarah yang terjadi di tahun 1960-an sangatlah tidak mengena. Kondisi aktual yang terjadi saat itu justru dapat diambil sebagai dasar untuk memahami beberapa pemikirannya. Tahun 60-an ditandai dengan ciri humanisme universal, dalam bentuk gerakan anti perang (Vietnam, di Amerika), anti apartheid dan rasisme (Marthin Luther King, Malcom ‘X’ — juga di Amerika), teologi pembebasan model Freirie (Amerika Latin), Gerakan Gypsi di Amerika (dalam bidang kebudayaan), dan lain-lain. Pemikiran inilah yang membentuk suasana kebatinan yang dihadapi oleh Gie pada waktu itu.

Beberapa kritik yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :

  • Beberapa pemikiran Soe Hok Gie kurang mendapat landasan pemikiran yang komprehensif. Ini bisa dimaklumi karena Gie, –karena usianya pendek–, tidak pernah menghasilkan sebuah buku khusus yang membahas pemikirannya secara lebih komprehensif dan terstruktur.
  • Kita kurang menemukan banyak pemikiran Soe Hok Gie yang langsung menyentuh tataran aplikasi atau level yang lebih operasional. Kebanyakan pemikirannya langsung berkutat ‘le grande design’, tataran konsep kenegaraan dan/atau humanisme universal.
  • Karena banyaknya bidang yang disinggungnya, mulai dari sosial, budaya, politik , maka pemikiran Soe Hok Gie menjadi agak kabur, tidak fokus pada mainstreamnya, yaitu pemikiran politik. Hal ini barangkali juga akan bisa dipecahkan jika saja Gie tidak mati muda.

Lepas dari itu semua, pemikiran-pemikiran Soe Hok Gie pantas mendapatkan decak kagum. Di kurun waktu itu, –dengan semangat pembebasan dan lainnya–, tidak dipungkiri, Gie adalah icon pada zamannya.

Salam dari Sanur,

Jody Ananda

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://jabier.blogsome.com/2006/02/01/soe-hok-gie-beberapa-sketsa-pemikiran-bagian-ii/trackback/

  1. kapan kita berpikir saat itulah kita berproses menjadi orang yang bijaksana dalam keputusan, SHG tau itu. makanya dia sering berpikir sendiri dengan keputusannya yang sangat tegas.

    Comment by b0jes — September 7, 2006 @ 1:25 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here