<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Membahas Ahmadiyah</title>
	<link>http://jabier.blogsome.com/2005/09/29/membahas-ahmadiyah/</link>
	<description>Catatan Sang Petualang</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 14:08:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: eska wiraman</title>
		<link>http://jabier.blogsome.com/2005/09/29/membahas-ahmadiyah/#comment-52</link>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2006 02:48:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://jabier.blogsome.com/2005/09/29/membahas-ahmadiyah/#comment-52</guid>
					<description>Saya kurang sependapat dengan komen sebelum ini, bahwa  Islam/Al Quran tidak boleh diperdebatkan.  Kenapa? Karena seperti yang tercantum juga dalam al Q, bahwa sekiranya ayat Allah ditulis semua, tidak cukup dg tinta 7 lautan yang ada untuk menuliskannya. Maknanya apa?
Berikut pemahaman saya:
Allahu akbar!! Ayat2 yang tak tertulis, phenomena alam, kapan selesai diperdebatkan? Mulai dari yang terkecil, bumi kita ini. Teknologi, mulai dari yang paling primitif s/d &quot;abad digital&quot; saat ini, semua bermula dari pemahaman ayat2 Allah yang tak tertulis yang tak akan pernah kelar sampai siapapun kembali ke haribaanNya.
Kalau ada yang mengklaim bahwa Al Q sudah selesai dipahami, kok kayaknya justru yang mengklaim itu masuk kategori tersesat juga, ya?!
Ruh dari perintah memahami Al Q secara terus menerus sesuai perkembangan/perubahan phenomena alam, termasuk perilaku manusia, tersirat dalam surat Al Ashri.

Bahkan saya pribadi khawatir, jangan-jangan setan  dalam kurun waktu yang entah mulai kapan, telah berhasil membelokkan sebagaian besar dari kita dalam memahami Al Q(ayat yang tertulis) secara benar, sehingga sebagian besar dari ummat telah salah langkah dalam &quot;bersikap&quot;.
Islam kemudian terkesan terbelakang, garang dll.- jauh dari predikat Rakhmatan lil'alamin.

Contohnya ya itu:- Pengrusakan Kampus danmasjid Akhmadiyah
                 - Respon yang anarkis terhadap pelaku 
                   pelecehan melalui kartun dari Denmark.

Bagaimana ini, mas Jabir?
Salam Kenal(saya belum banyak baca artikel mas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Saya kurang sependapat dengan komen sebelum ini, bahwa  Islam/Al Quran tidak boleh diperdebatkan.  Kenapa? Karena seperti yang tercantum juga dalam al Q, bahwa sekiranya ayat Allah ditulis semua, tidak cukup dg tinta 7 lautan yang ada untuk menuliskannya. Maknanya apa?<br />
Berikut pemahaman saya:<br />
Allahu akbar!! Ayat2 yang tak tertulis, phenomena alam, kapan selesai diperdebatkan? Mulai dari yang terkecil, bumi kita ini. Teknologi, mulai dari yang paling primitif s/d &#8220;abad digital&#8221; saat ini, semua bermula dari pemahaman ayat2 Allah yang tak tertulis yang tak akan pernah kelar sampai siapapun kembali ke haribaanNya.<br />
Kalau ada yang mengklaim bahwa Al Q sudah selesai dipahami, kok kayaknya justru yang mengklaim itu masuk kategori tersesat juga, ya?!<br />
Ruh dari perintah memahami Al Q secara terus menerus sesuai perkembangan/perubahan phenomena alam, termasuk perilaku manusia, tersirat dalam surat Al Ashri.</p>
	<p>Bahkan saya pribadi khawatir, jangan-jangan setan  dalam kurun waktu yang entah mulai kapan, telah berhasil membelokkan sebagaian besar dari kita dalam memahami Al Q(ayat yang tertulis) secara benar, sehingga sebagian besar dari ummat telah salah langkah dalam &#8220;bersikap&#8221;.<br />
Islam kemudian terkesan terbelakang, garang dll.- jauh dari predikat Rakhmatan lil&#8217;alamin.</p>
	<p>Contohnya ya itu:- Pengrusakan Kampus danmasjid Akhmadiyah<br />
                 - Respon yang anarkis terhadap pelaku<br />
                   pelecehan melalui kartun dari Denmark.</p>
	<p>Bagaimana ini, mas Jabir?<br />
Salam Kenal(saya belum banyak baca artikel mas.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: echa s</title>
		<link>http://jabier.blogsome.com/2005/09/29/membahas-ahmadiyah/#comment-44</link>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2006 05:04:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://jabier.blogsome.com/2005/09/29/membahas-ahmadiyah/#comment-44</guid>
					<description>suatu aliran yang lahir tanpa landasan yang jelas tentu saja akan menimbulkan banyak kontroversi, kita tidak bisa membenarkan begitu saja sebuah aliran yang tidak meyakini Nabi Muhammad sebagai Rasul penutup zaman. jika iya berarti kita telah melanggar Al-qur'an.Islam tidak untuk diperdebatkan karena kita punya landasan yang jelas dan hukum yang pasti yaitu Al-Qur'an kenapa harus memungkiri itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>suatu aliran yang lahir tanpa landasan yang jelas tentu saja akan menimbulkan banyak kontroversi, kita tidak bisa membenarkan begitu saja sebuah aliran yang tidak meyakini Nabi Muhammad sebagai Rasul penutup zaman. jika iya berarti kita telah melanggar Al-qur&#8217;an.Islam tidak untuk diperdebatkan karena kita punya landasan yang jelas dan hukum yang pasti yaitu Al-Qur&#8217;an kenapa harus memungkiri itu?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: somuch</title>
		<link>http://jabier.blogsome.com/2005/09/29/membahas-ahmadiyah/#comment-43</link>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2005 06:57:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://jabier.blogsome.com/2005/09/29/membahas-ahmadiyah/#comment-43</guid>
					<description>etika islam, kga sering gua dengar tuh, tapi rasanya umat islam harus lebih beretika. karena nabi Muhammad SAW contuh manusia paling beretika</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>etika islam, kga sering gua dengar tuh, tapi rasanya umat islam harus lebih beretika. karena nabi Muhammad SAW contuh manusia paling beretika
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
