Bima : As told in ..

Personally speaking, obviously I am one of Mahabaratha adorer. Wah, dulu kalau sudah baca Mahabratha-nya Teguh Santosa, bisa berjam-jam dihabiskan untuk baca sampai selonjoran dan tidur. Dan profile yang saya kagumi adalah Arjuna, regardless what people said about his anti-monogamy style, regardless what he supported to poliandry (indeed, it’s not his fault only, but also his brothers tough
.
So, why am writing about Bima ? Di blog ini ? Bima, yang sering menjadi iklan obat kuat KukuBima (dan anda tidak pernah menemukan kuku Arjuna, atau kuku Nakula) ? Bima yang tinggi besar, berbulu ..(he..he..he..), dan memiliki kuku Pancanaka ?
Tapi yang jelas bukan Bima yang ini (ke..ke..ke..).
OK, so let’s get started. Sebagai anak kedua (setelah Yudistira) Bima (atau Brotoseno dalam istilah jawa-nya) adalah satu-satunya ksatria yang bersikap transparant, jujur, ceplas-ceplos, memiliki keberanian lebih, dan keras. Dengan setiap orang, dia selalu menggunakan bahasa egaliter (even when he’s talking with a king, e.g. Krishna). Bima selalu menggunakan bahasa yang sama pada setiap orang (egaliter) tanpa memandang siapa orang tersebut.
Satu episode yang menarik perhatian saya mengenai Bima adalah saat dia bertemu dengan Dewa Ruci. Hanya Bima dan Yudhistira, dalam bahasa saya, anggota Pandawa Lima yang berhasil mencapai apa yang disebut sebagai Makrifat, pengenalan seutuhnya terhadap diri dan Tuhan.
Bima, yang beristrikan Dewi Arimbi, juga dikaruniai putra-putra yang luar biasa. Gatot Kaca, berjuluk satria pringgondani, yang sejak lahir sudah kebal dari segala senjata tajam dan mampu terbang di udara,–Antareja, yang menguasai dunia underground dan mampu membunuh orang hanya dengan menjilat tapak kakinya, — dan Antasena yang berkuasa di lautan.
Itulah Bima. Egaliter, jujur, lurus tanpa ampun, dan jika mendapati dirinya salah, mengaku secara ksatria. Lho, kok saya terus2an bicara tentang Bima sih, katanya pengagum Arjuna ?
Next time I will write about Arjuna.
Jadi, jangan ragu-ragu kalau minum Kuku Bima ya..he..he.he..
Salam,
