Catatan Sang Petualang

July 20, 2005

Kiri, Jalan Terus !

Filed under: Politik, Agama, SosBud

islamic revolution
Jod, pandangan-pandanganmu koq kiri banget sih !
Jan***k, sosialis tulen koen !

Begitu ungkapan beberapa kawan kalau melihat beberapa pandangan saya atas berbagai permasalahan dalam bidang sosial dan politik. Bahkan, Agus Subhan, sahabat saya di ITS juga sempat menanyakan kenapa saya begitu “kiri” dan “agak merah.”

Ya, jawaban-jawaban sudah saya berikan. Mungkin blog ini akan menjadi jawaban terakhir saya, karena kalau ada orang yang bertanya, saya tinggal sertakan link posting ini sebagai jawaban. Enteng kan hehehehehehe….

Saya akan menjawab dari dua sisi : sisi sejarah, dan sisi teologis. Dari sisi sejarah, mari kita luruskan dulu bahwa Kiri itu identik dengan Komunis, Otoriterianisme, Totaliterisme, Marxisme dan Atheisme. Semuanya jelas salah besar, walaupun memang banyak dari mereka yang berkecimpung dalam gerakan kiri memilik ideologi seperti diatas. Kiri, pada awalnya, dinisbatkan kepada sekelompok orang dalam parlemen Perancis diawal Republik ke-IV (sekitar 1920-1944) yang menolak ikut dalam pemerintahan, yang akhirnya disebut sebagai oposisi. Kiri, menjadi sebuah ideologi perlawanan, terhadap ideologi mapan pada saat itu, yang dinilai tidak membawa semangat Revolusi Perancis.

Tuan-tuan hanya mewarisi abu dari revolusi Perancis, sedangkan kami, mewarisi apinya ! ” demikian teriak Jean Jaures, tokoh (kiri) Perancis pada waktu itu. Apa sih semangat Revolusi Perancis itu ? Jawabnya hanya 3 : pembebasan (liberte), kesetaraan (egalite) dan persaudaraan (fraternite).

Jadi kalau kita merujuk pada prinsip historis, Kiri adalah sebuah ideologi gerakan yang berupaya mengambil 3 nilai dari Revolusi Perancis : pembebasan dari semua penindasan, semangat kesetaraan yang diaplikasikan dalam hukum yang adil bagi semua orang dan persaudaraan. Pada akhirnya, dalam proses evolusinya, Kiri menjadi sebuah ideologi anti-penindasan dan perlawanan.

Dari sisi teologis, sebagai seorang muslim, secara pribadi saya memandang Islam juga sebagai sebuah ideologi pembebasan dan anti penindasan. Lihatlah dalam Qur’an, begitu banyak ayat-ayat yang menyatakan bahwa semua manusia adalah sama dimana Tuhan, yang membedakan adalah amal ibadahnya saja. Lihatlah juga, bahwa disamping seorang Nabi, Muhammad SAW juga adalah seorang revolusioner yang merombak sistem yang ada pada saat itu (sistem politik, budaya, agama dll) menjadi sebuah sistem yang sesuai dengan semangat Islam.

Saya sejalan dengan pandangan-pandangan Muhammad As-Sanusi (pendiri tarekat Sanusiyah di Yaman), Hassan Hanafi, Rasyid Ridha yang memandang Islam sebagai sebuah ideologi pembebasan. Dan itulah yang saya tafsirkan sebagai nuansa kiri dalam Islam (Hassan Hanafi, “Kiri Islam”).

Apakah saya salah kalau saya meletakkan kaki saya dan menaruh tangan saya di sisi mereka yang tertindas ? Apakah saya salah jika saya menyebutkan dzikir saya untuk mereka-mereka yang dianiaya ? Apakah kemudian menjadi tidak benar jika saya menafsirkan ucapan Kanjeng Nabi untuk selalu membela mereka2 yang tertindas dan teraniaya ?

Semangat pembebasan, kesetaraan dan persaudaraan itulah yang saya tafsirkan dalam Islam. Anda bisa berargumentasi mengenai salah benar dalam kerangka teologis-fiqh-hadits-ushul dll, tapi inilah yang menjadi ijtihad saya. Mungkin salah mungkin benar, tapi paling tidak saya mendapat 1 pahala.

Jadi Kiri ? Jalan terus…!!

Salam,

Mas Jabier

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://jabier.blogsome.com/2005/07/20/kiri-jalan-terus/trackback/

  1. Oalah Mas…
    Sejak semester 1 pas gundhul bekas diplonco itu saya pernah dibisiki “itu mas Jody, wonge sangar, dan pita merah”.
    Maba yang tertindas, ya cuma senyum mengiyakan padahal di dalam hati saya ngakak nggak karuan.
    Hehe.. Kidding :)

    Menjadi kiri, bagi saya adalah “Fight The Current”. Bukan lantas karena –misalnya– saya Atheis lalu bisa dicap kiri.

    Nabi Muhammad saya yakin juga kiri karena beliau berani bilang bahwa “hei fulan, arak itu haram” ditengah-tengah masyarakat yang bermindset mo-limo (Madon Maen Mabuk dst…).

    Galileo juga kiri. Akibatnya kehilangan nyawa karena bilang “No, we’re the one who moving!”.

    Kenapa kiri lekat ke si hantu eropa “komunis” ? Tak lain karena pemikiran komunis melawan mainstream yang ada : Kapitalisme.

    Kapitalisme, juga kiri kan (dulu) ? Karena pada awalnya dia bertindak sebagai “Anti Thesis” dari Feodalisme. Friksi Protestan-Katholik ala Luther saya rasa cukup menjelaskan.

    Open Source juga kiri, karena kita melawan monopoli software patent (setidaknya di permukaan).

    Nah, ada komen panjang gak jelas kek gini saya rasa juga kiri… heheheh..

    Wes tah.. Jangan sampai Pita Merah lepas dari jaket sampeyan ! Kalo lepas, link keblog ini pasti saya hapus bwahhaha..

    Comment by andry — July 21, 2005 @ 12:15 pm

  2. Ini cm mslh perbedaan persepsi. Ada perbedaan yg sgt jelas antara definisi “kiri/kanan” yg berkembang di umum & yg diyakini mas Jabier.
    Yg ada di umum kan “kiri” itu identik sm sosialis-komunis yg ending2nya atheis, sdgkn “kanan” itu identik dgn org2 yg menjadikan agama sbg ideologinya.
    Sementara, yg sy tangkep dr mas Jabier, “kiri” itu berarti (dlm bhs sy) peduli, berbuat & berjuang, sdgkn “kanan” itu keadaan yg hrs dikritisi, ditentang, diubah or diperbaiki, pokoknya oposisi dr yg diperjuangkan “kiri”. Bener g?
    G pernah ada opini umum b/ jd kiri (dlm arti yg diyakini mas Jabier) nggak mesti identik dgn atheis, krn di byk tempat (tmsk di sktr sy) tipikal anak2 kiri ya begitu. Jgnkan ngejadiin Muhammad SAW sbg idola, yg ada jg kaya mas jabier dulu, mempertanyakan atau malah menggugat tuhan (thanks to 4JJI you’re back!) & berpikiran “nyeleneh” or ngelakuin hal2 “absurd” lain yg menurut sy sih sesungguhnya malah menghilangkan sisi2 manusiawinya dia sbg manusia…
    Klo kata sy sih, mas Jabier tinggal bilang (simplenya gini): “kiri”nya sy tdk spt yg km kira, sy tetap “kanan” spt halnya km.
    Tp.., klo sy pribadi sih lbh seneng melabelkan “kanan” & “pita putih” pd diri sy, krn menurut sy mjd sebenar2nya kanan & putih memang seharusnya peduli & berbuat (spt yg diajarkan agamaku & dicontohkan rasulku).
    Nggak ada salahnya mengikuti istilah yg diterima umum, drpd tjd mispersepsi & selalu hrs menjelaskan? Kecuali klo mas Jabier punya mimpi besar mengedukasi masy & meluruskan persepsi mereka (tmsk ttg sejarah gerakan kiri versi mas Jabier) & punya strategi u/ mewujudkannya. Klo g, bs jd yg berkembang di masyarakat adl. b/ orang2 kanan (note:di sini kiri/kanan sy pake definisi umum) adl org yg tdk punya ketidakpedulian, nggak berbuat apa2 & bisanya ngomong doang. Pdhl shrsnya g gt kan? Kenyataan jg sdh byk bicara b/ byk org kanan memang benar2 peduli, berjuang, berbuat & berhasil. hope me be the one of them.
    Pardon me if i’m wrong.

    Comment by [vie] — August 3, 2005 @ 5:12 am

  3. nuhun.. lagi search ahmad wahid nyasar kesini.. dan setelah baca2 jd pngn nge link.. boleh??

    Comment by Dini[S] — August 5, 2005 @ 9:02 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here