a 20-year memory

Have you got a called from someone from your past, and made you a 15 seconds shock ? I am sure you’ve got one.
Kemarin, seseorang menelpon saya, mengaku bernama Mawan. Saya bingung, siapa orang ini, dan spontan bertanya apakah dia kolega saya dari Newont ? Radnet ? old fellas from ITS ? some janc**k thinkers from poor community called Kantin ITS ? A unknown geek from underground community that I used to have ? or somebody else ?
Bukan semuanya. Sampai dia cerita bahwa dia adalah anaknya Tante Pop dan Om Iwan. Ah tante Pop, ya saya ingat. Jadi mawan yang ini, dan kemudian memory otak saya berputar ke 15,..tidak 20 tahun yang lalu.
Saya ingat namanya sekarang : Hermawan. Betul dia anaknya Tante Pop (yang kebetulan nama depannya sama dengan nama kakak saya Poppy) dan Om Iwan, yang tinggi besar. Yak, dia memang yang sering kita panggil Mawan, punya kakak perempuan bernama Nana (yang seumuran dengan Poppy kakak saya, tapi jauh lebih jangkung pada waktu itu dan dapat julukan “Galah” di tempat kami karena postur tingginya). Dan dia punya adik perempuan bernama Hera, yang dulu waktu kecil kami sering jodoh2kan dengan adik saya Franky.
Oh, Mawan yang itu. Kami sering bermain kelereng bersama (dan dia harus mengakui keunggulan saya dalam hal ini), layangan, badminton dan lain-lain permainan anak kecil lainnya. Yang masih saya ingat adalah kami pernah berebutan sepotong bambu, saling tarik menarik sampai terluka, sementara orangtua kami tertawa-tawa memperhatikan sampai kami menangis. Well, children never takes revenge (and don’t have that), as we were better friends after that.
Kami berpisah, kalau tidak salah, beberapa saat setelah saya masuk SMP. Om Iwan mendapat pekerjaan baru entah dimana, dan mereka pindah ke daerah lain. So here it comes, he will come to Bali (and meet me of course). Akan sangat banyak cerita yang bisa dishared.
For 20 years memory, that would be a lot.
Salam,

